Name : ru_phee3
Title : My Name Is Not 규현 (part 1)
Cast(s) : Super Junior, unknown agassi
Genre : Fantasy, Angst(?)
Rating : General
Length : Chaptered
Rating : General
Length : Chaptered
Author's
Note : The casts isn't mine.. The story is mine.. It's a fantasy story..
Not the real one, of course.. I hope no bashing, but critics are
valuable, as worth as gold.. enjoy.! n_n And I appear in this ff.. The debut of me.. Expect my appearance.. n_n
He is an awesome singer, a good dancer, a great actor.. But he has his own secret.. From everyone beside him for the shake of another him..
@ back stage
“Ting!” Gema
lembut dari dua liontin yang bersinggungan satu sama lain sampai ke telinga,
membuyarkan lamunan tak berujungku. Entah mengapa aku merasakan kehadiranmu
setelah itu, selalu begitu. Sepertinya itu cara yang kau gemari untuk
menyapaku. Bukannya tak suka, hanya saja hal itu sering kali membuatku
terlonjak. Seperti sekarang, kau tiba-tiba muncul saat aku duduk dengan bosan
di balik panggung, menunggu giliran untuk tampil.
Aku hanya
bisa tersenyum, bingung harus menyapamu dengan kata ‘hai’ atau memelukmu erat.
Jujur, aku ingin sekali melakukan keduanya, namun aku tersadar bahwa itu tak
mungkin dilakukan. Aku tak ingin orang menganggapku kehilangan akal. Akhirnya
ku putuskan untuk sekedar tersenyum.
“Ting!”
Sekali lagi liontin-liontin itu bersentuhan dan aku merasa kata setuju darimu,
yang kusambut denagn tawa samar. Tak ayal secuil rasa sakit mulai merayap di
hatiku. Membuat jantungku berdetak ngilu. Bunyi berikutnya membuatku merasakan
hangatnya pelukmu yang diliputi secercah khawatir.
Gelengan
lemah dan sedikit senyum kuharap dapat menentramkanmu. ‘Aku tidak apa-apa,’
batinku kelu. ‘Hanya teringat hal itu,’ lanjutku, membuatku mendapat senyum
dari matamu yang sayu –tanda kau tak mengerti apa yang harus dilakukan. ‘Tak
perlu,’ jawabku dalam diam.
Aku
menjatuhkan tatapanku pada layar hitam lebar beberapa meter di depanku.
‘Sebentar lagi aku akan keluar dari situ,’ tunjukku dengan dagu. Kau tertawa,
membuat dua liontin keramik itu berdenting renyah. ‘Menuju panggung, berdiri di
sana. Itu mimpimu, khan? Tidakkah kau iri padaku?,’ aku tersedot angan. ‘Apa
kau terkejut? Apa kau menyesal?’ Pikirku panik saat kusadari liontin-liontin
itu terdiam, tak bersuara. ‘Apakah kau kehilangan kata?’
“Maaf,”
ucapku resah. ‘Harusnya kau yang di sini. Mengenakan setelan hitam berharga
jutaan won ini. Menari dan menyanyi di depan jutaan pasang mata. Menerima eluan
dan hadiah dari ribuan orang yang menatap kagum. Harusnya itu kau, bukan aku!’
tekanku tanpa bersuara, hanya urat-urat di leherku yang menegang.
“Tak!”
Liontin-liontin itu bertabrakan dengan kasar. Tidak lagi suara indah yang
terdengar. Bunyi amarah yang ada, seperti rautmu saat ini. Rasa kesal yang
getir, seperti asam lambung yang naik ke pangkal lidah.
‘Aku berkata
benar, khan?’ Ku denguskan fakta yang tak mungkin kau pungkiri. “Andai aku dapat
memberikan tubuh ini untukmu, bukan hanya meminjamkannya. Andai aku yang nanti
sepenuhnya menghilang, bukan hanya namaku. Aku akan benar-benar rela
melakukannya.” Ku lihat kau melengos kesal karena kata-kataku. Bukan maksudku
untuk selalu mengungkit-ungkit hal ini di setiap tatap muka seperti sekarang,
namun aku lelah. Perasaan tak-berhak mulai menggelayutiku.
‘Dan beban
ini semakin berat setiap harinya karena pandangan-pandangan iba yang ditujukan
padaku, padahal aku tak apa-apa,’ jelasku sedikit ada rasa terluka di pride
spot-ku, ingin kutunjukkan rasa yang mengganjal ini padamu yang mulai merajuk
dengan tidak memandangku sedikitpun. ‘kuharap kau mengerti.’ Wajah memohonku
sepertinya mampu membuatmu kembali berpaling ke arahku.
Kau
memberiku pandangan ‘apa kau yakin?’yang mengingatkanku pada kejadian bulan
lalu di mana aku harus berjongkok berkali-kali saat pertunjukan, dan senyum
miringmu menusukku telak. Kau terlalu jenius dalam memillih kata-kata yang
tepat untuk menjatuhkan harga diriku.
“Err..,”
belum sempat aku mendapatkan jawaban yang mampu menyelamatkan mukaku, gantungan
baju yang menjadi benteng, tersibak tiba-tiba.
“Kyuhyun~ssi.
Anda di sini. Waktunya Anda tampil,” ucapnya
dengan tampang yang terlihat bodoh.
Author’s
P.O.V
@ back stage
“Kyuhyun~ssi.
Anda di sini. Waktunya Anda tampil,” suara seorang gadis, dengan head set dan
kabel yang membelit kepala juga tubuhnya, menyembul tiba-tiba dari balik
gantungan baju sekali lagi membuat Kyuhyun tersentak, terlempar kedunia
nyatanya. Sontak ia menoleh ke sisinya, mencari sosok yang sempat berbagi
pikiran dengannya. Benar saja sosok itu hilang, meninggalkan senyum masam di
bibir Kyuhyun.
“Apa yang
Anda cari, Kyuhyun~sii?” tanya gadis itu dengan wajah bingung.
“Bukan
apa-apa,” jawab Kyuhyun singkat tanpa memandang si penanya.
“Kyu~ah,”
Teukie, Sang Leader, berjalan kea rah Kyuhyun. “Dari mana saja kau?
Dongsaeng-ku yang satu ini suka sekali menyendiri dan melamun,” katanya sambil
mengacak rambut Kyuhyun gemas.
“Aish!
Hyung! Tatanan rambutku hancur!” Kyuhyun merengut. Tangannya dengan cepat
berusaha merapikan helaian rambutnya yang berantakan. Eunhyuk hanya terdiam di
belakang Si President of Yeoja.
“Ya~.
Seperti rambutmu bagus saja,” Teukie terkekeh. “Apa yang kau lakukan di sini sendirian?
Kami semua mencarimu,” tambahnya saat Heechul dan Sungmin menampakkan diri dari
blik sekat panggung.
“Aish! Dasar
Evil Maknae. Kemana saja kau? Jangan membuat kami bingung seperti ini.” Heechul
menampakkan seringaiannya.
Sedangkan
Sungmin berjalan mendekat dan menepuk bahu Kyuhyun lembut. “Kau itu. Jangan
bilang kau main PSP di belakang panggung,” katanya sebelum menghujani Kyuhyun
dengan pandangan ‘sudah-ku-duga’ saat Kyuhyun tersenyum miring dan menunjukkan
PSP kesayangannya.
“Ya~!
Akhirnya ketemu juga! Dari mana saja kau, Kyu?” Yesung muncul bersama Ryeowook.
“Apa yang
kau lakukan di sini, Kyu?” Siwon merangkul daru samping, membuat Kyuhyun
sedikit merinding.
“Kau tadi
menghilang kemana?” Donghae, dengan logat Mokponya, ikut memeluk Kyyuhyun dari
sisi satunya.
“Aish!
Jinja! Aku bosan mendengar pertanyaan yang sama dari kalian semua!” Eunhyuk
mengacak kepalanya sendiri kesal.
“Mwo?”
Donghae menoleh ke arah Eunhyuk, diikuti oleh yang lain.
“Paling
tidak aku mendengarkan pertanyaan ‘kau-dimana-dan-sedang-apa-Kyu’ sudah
berkali-kali. Dan jawabannya Kyu sedang bermain PSP di sini,” Eunhyuk tampak
sebal.
“Ya~,
Hyukkie! Kenapa kau hari ini? Kau sampai merusak rambut!” Nada khawatir
terselip di setiap kata-kata Donghae yang tiba-tiba melepas pelukannya pada
Kyuhyun dan melesat ke arah Eunhyuk lalu menghadiahinya tatapan penuh cinta.
“Ahni. Aku
hanya merasa risih kalau kalian menanyakan pertanyaan yang sama sampai
berkali-kali,” penyiar radio Sukira itu menunduk jengah disambut anggukan dan
kata ‘oh’ dari yang lain
“Kyu? Kau di
sini? Dari mana saja kau? Jangan suka membuat kami khawatir! Kau pasti kencan
dengan PSP-mu lagi. Ya~. Duo fishy, apa yang sedang kalian lakukan? Lakukan
fans service di atas panggung saja!” Shindong datang tergopoh-gopoh dan
meledakkan kalimat-kalimatnya dengan sekali nafas, menghempaskan momen indah pasangan
ikan yang sedang bermesraan.
“Ya! Hyung!
Kau membuat mood-ku turun lagi,” protes Dancing Machine itu yang di tanggapi
dengan wajah heran Shindong dan tawa yang lainnya.
“Super
Junior member-deul. Kalian akan naik panggung lima menit lagi. Mohon bersiap-siap
di tempat masing-masing,” kata staff yang mengejutkan Kyuhyun tadi. Semua orang
lupa bahwa gadis itu gadis itu di sana sejak awal.
“Kajja! Kita
harus bersiap-siap.” Teukie menepuk tangannya sekali lalu memimpin toss. “Uri
Super Juni!” teriaknya lantang.
“O~ye~yo!”
jawab yang lainnya serempak.
Author P.O.V
@back stage,
near hydraulic elevator
“Hae~ya,”
Shindong berjalan cepat ke sisi Donghae.
“Ne, Hyung,”
jawab Donghae sambil mensejajarkan langkahnya dengan Shindong.
“Kau berulah
seperti itu ke Eunhyuk gara-gara ada agassi td, khan? Kau ingin tebar pesona,
ya?” ucapnya lalu dengan cepat berbelok ke arah lain, menjauhi Donghae.
“Ya! Ahni, Hyung!
Aku bahkan tidak merasa ia ada di sana!” jerit Donghae setelah menghentikan
langkahnya.
“Hae~ya. Apa
yang kau lakukan? Palli! Sebentar lagi kita mulai!” Eunhyuk menarik kekasihnya yang
merengut itu menuju panggung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar