Jumat, 27 April 2012

My Name Is Not 규현 (part 1)

Name : ru_phee3
Title : My Name Is Not 규현 (part 1)
Cast(s) : Super Junior, unknown agassi
Genre : Fantasy, Angst(?)
Rating : General
Length : Chaptered
Author's Note : The casts isn't mine.. The story is mine.. It's a fantasy story.. Not the real one, of course.. I hope no bashing, but critics are valuable, as worth as gold.. enjoy.! n_n And I appear in this ff.. The debut of me.. Expect my appearance.. n_n  
 
He is an awesome singer, a good dancer, a great actor.. But he has his own secret.. From everyone beside him for the shake of another him..


??? P.O.V
@ back stage

“Ting!” Gema lembut dari dua liontin yang bersinggungan satu sama lain sampai ke telinga, membuyarkan lamunan tak berujungku. Entah mengapa aku merasakan kehadiranmu setelah itu, selalu begitu. Sepertinya itu cara yang kau gemari untuk menyapaku. Bukannya tak suka, hanya saja hal itu sering kali membuatku terlonjak. Seperti sekarang, kau tiba-tiba muncul saat aku duduk dengan bosan di balik panggung, menunggu giliran untuk tampil.

Aku hanya bisa tersenyum, bingung harus menyapamu dengan kata ‘hai’ atau memelukmu erat. Jujur, aku ingin sekali melakukan keduanya, namun aku tersadar bahwa itu tak mungkin dilakukan. Aku tak ingin orang menganggapku kehilangan akal. Akhirnya ku putuskan untuk sekedar tersenyum.

“Ting!” Sekali lagi liontin-liontin itu bersentuhan dan aku merasa kata setuju darimu, yang kusambut denagn tawa samar. Tak ayal secuil rasa sakit mulai merayap di hatiku. Membuat jantungku berdetak ngilu. Bunyi berikutnya membuatku merasakan hangatnya pelukmu yang diliputi secercah khawatir.

Gelengan lemah dan sedikit senyum kuharap dapat menentramkanmu. ‘Aku tidak apa-apa,’ batinku kelu. ‘Hanya teringat hal itu,’ lanjutku, membuatku mendapat senyum dari matamu yang sayu –tanda kau tak mengerti apa yang harus dilakukan. ‘Tak perlu,’ jawabku dalam diam.

Aku menjatuhkan tatapanku pada layar hitam lebar beberapa meter di depanku. ‘Sebentar lagi aku akan keluar dari situ,’ tunjukku dengan dagu. Kau tertawa, membuat dua liontin keramik itu berdenting renyah. ‘Menuju panggung, berdiri di sana. Itu mimpimu, khan? Tidakkah kau iri padaku?,’ aku tersedot angan. ‘Apa kau terkejut? Apa kau menyesal?’ Pikirku panik saat kusadari liontin-liontin itu terdiam, tak bersuara. ‘Apakah kau kehilangan kata?’

“Maaf,” ucapku resah. ‘Harusnya kau yang di sini. Mengenakan setelan hitam berharga jutaan won ini. Menari dan menyanyi di depan jutaan pasang mata. Menerima eluan dan hadiah dari ribuan orang yang menatap kagum. Harusnya itu kau, bukan aku!’ tekanku tanpa bersuara, hanya urat-urat di leherku yang menegang.

“Tak!” Liontin-liontin itu bertabrakan dengan kasar. Tidak lagi suara indah yang terdengar. Bunyi amarah yang ada, seperti rautmu saat ini. Rasa kesal yang getir, seperti asam lambung yang naik ke pangkal lidah.

‘Aku berkata benar, khan?’ Ku denguskan fakta yang tak mungkin kau pungkiri. “Andai aku dapat memberikan tubuh ini untukmu, bukan hanya meminjamkannya. Andai aku yang nanti sepenuhnya menghilang, bukan hanya namaku. Aku akan benar-benar rela melakukannya.” Ku lihat kau melengos kesal karena kata-kataku. Bukan maksudku untuk selalu mengungkit-ungkit hal ini di setiap tatap muka seperti sekarang, namun aku lelah. Perasaan tak-berhak mulai menggelayutiku.

‘Dan beban ini semakin berat setiap harinya karena pandangan-pandangan iba yang ditujukan padaku, padahal aku tak apa-apa,’ jelasku sedikit ada rasa terluka di pride spot-ku, ingin kutunjukkan rasa yang mengganjal ini padamu yang mulai merajuk dengan tidak memandangku sedikitpun. ‘kuharap kau mengerti.’ Wajah memohonku sepertinya mampu membuatmu kembali berpaling ke arahku.

Kau memberiku pandangan ‘apa kau yakin?’yang mengingatkanku pada kejadian bulan lalu di mana aku harus berjongkok berkali-kali saat pertunjukan, dan senyum miringmu menusukku telak. Kau terlalu jenius dalam memillih kata-kata yang tepat untuk menjatuhkan harga diriku.

“Err..,” belum sempat aku mendapatkan jawaban yang mampu menyelamatkan mukaku, gantungan baju yang menjadi benteng, tersibak tiba-tiba.

“Kyuhyun~ssi. Anda di sini. Waktunya Anda tampil,” ucapnya  dengan tampang yang terlihat bodoh.


Author’s P.O.V
@ back stage

“Kyuhyun~ssi. Anda di sini. Waktunya Anda tampil,” suara seorang gadis, dengan head set dan kabel yang membelit kepala juga tubuhnya, menyembul tiba-tiba dari balik gantungan baju sekali lagi membuat Kyuhyun tersentak, terlempar kedunia nyatanya. Sontak ia menoleh ke sisinya, mencari sosok yang sempat berbagi pikiran dengannya. Benar saja sosok itu hilang, meninggalkan senyum masam di bibir Kyuhyun.

“Apa yang Anda cari, Kyuhyun~sii?” tanya gadis itu dengan wajah bingung.

“Bukan apa-apa,” jawab Kyuhyun singkat tanpa memandang si penanya.

“Kyu~ah,” Teukie, Sang Leader, berjalan kea rah Kyuhyun. “Dari mana saja kau? Dongsaeng-ku yang satu ini suka sekali menyendiri dan melamun,” katanya sambil mengacak rambut Kyuhyun gemas.

“Aish! Hyung! Tatanan rambutku hancur!” Kyuhyun merengut. Tangannya dengan cepat berusaha merapikan helaian rambutnya yang berantakan. Eunhyuk hanya terdiam di belakang Si President of Yeoja.

“Ya~. Seperti rambutmu bagus saja,” Teukie terkekeh. “Apa yang kau lakukan di sini sendirian? Kami semua mencarimu,” tambahnya saat Heechul dan Sungmin menampakkan diri dari blik sekat panggung.

“Aish! Dasar Evil Maknae. Kemana saja kau? Jangan membuat kami bingung seperti ini.” Heechul menampakkan seringaiannya.

Sedangkan Sungmin berjalan mendekat dan menepuk bahu Kyuhyun lembut. “Kau itu. Jangan bilang kau main PSP di belakang panggung,” katanya sebelum menghujani Kyuhyun dengan pandangan ‘sudah-ku-duga’ saat Kyuhyun tersenyum miring dan menunjukkan PSP kesayangannya.

“Ya~! Akhirnya ketemu juga! Dari mana saja kau, Kyu?” Yesung muncul bersama Ryeowook.

“Apa yang kau lakukan di sini, Kyu?” Siwon merangkul daru samping, membuat Kyuhyun sedikit merinding.

“Kau tadi menghilang kemana?” Donghae, dengan logat Mokponya, ikut memeluk Kyyuhyun dari sisi satunya.

“Aish! Jinja! Aku bosan mendengar pertanyaan yang sama dari kalian semua!” Eunhyuk mengacak kepalanya sendiri kesal.

“Mwo?” Donghae menoleh ke arah Eunhyuk, diikuti oleh yang lain.

“Paling tidak aku mendengarkan pertanyaan ‘kau-dimana-dan-sedang-apa-Kyu’ sudah berkali-kali. Dan jawabannya Kyu sedang bermain PSP di sini,” Eunhyuk tampak sebal.

“Ya~, Hyukkie! Kenapa kau hari ini? Kau sampai merusak rambut!” Nada khawatir terselip di setiap kata-kata Donghae yang tiba-tiba melepas pelukannya pada Kyuhyun dan melesat ke arah Eunhyuk lalu menghadiahinya tatapan penuh cinta.

“Ahni. Aku hanya merasa risih kalau kalian menanyakan pertanyaan yang sama sampai berkali-kali,” penyiar radio Sukira itu menunduk jengah disambut anggukan dan kata ‘oh’ dari yang lain

“Kyu? Kau di sini? Dari mana saja kau? Jangan suka membuat kami khawatir! Kau pasti kencan dengan PSP-mu lagi. Ya~. Duo fishy, apa yang sedang kalian lakukan? Lakukan fans service di atas panggung saja!” Shindong datang tergopoh-gopoh dan meledakkan kalimat-kalimatnya dengan sekali nafas, menghempaskan momen indah pasangan ikan yang sedang bermesraan.

“Ya! Hyung! Kau membuat mood-ku turun lagi,” protes Dancing Machine itu yang di tanggapi dengan wajah heran Shindong dan tawa yang lainnya.

“Super Junior member-deul. Kalian akan naik panggung lima menit lagi. Mohon bersiap-siap di tempat masing-masing,” kata staff yang mengejutkan Kyuhyun tadi. Semua orang lupa bahwa gadis itu gadis itu di sana sejak awal.

“Kajja! Kita harus bersiap-siap.” Teukie menepuk tangannya sekali lalu memimpin toss. “Uri Super Juni!” teriaknya lantang.

“O~ye~yo!” jawab yang lainnya serempak.


Author P.O.V
@back stage, near hydraulic elevator  
“Hae~ya,” Shindong berjalan cepat ke sisi Donghae.

“Ne, Hyung,” jawab Donghae sambil mensejajarkan langkahnya dengan Shindong.

“Kau berulah seperti itu ke Eunhyuk gara-gara ada agassi td, khan? Kau ingin tebar pesona, ya?” ucapnya lalu dengan cepat berbelok ke arah lain, menjauhi Donghae.

“Ya! Ahni, Hyung! Aku bahkan tidak merasa ia ada di sana!” jerit Donghae setelah menghentikan langkahnya.

“Hae~ya. Apa yang kau lakukan? Palli! Sebentar lagi kita mulai!” Eunhyuk menarik kekasihnya yang merengut itu menuju panggung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar